-->

Belajar Kimia Kelas 10 Paling Menyenangkan Hanya Di Solusi Kimia 10

TSeptember 18, 2018

Penyingkatan Konfigurasi Elektron, Orbital Penuh dan Setengah Penuh, Serta Elektron Valensi

Setelah kamu mahir dalam membuat konfigurasi elektron suatu unsur, ada beberapa materi lagi nih yang mesti kamu pelajari, yaitu sebagai berikut:
1. Menyingkat konfigurasi elektron
2. Aturan orbital penuh dan setelah penuh
3. Elektron valensi

Nah, kamu akan mendapatkan penjelasan lengkap tentang tiga materi diatas jika kamu membaca penjelasan di bawah ini.

Elektron Valensi
Elektron valensi merupakan salah satu data yang sangat penting bagi suatu unsur. Elektron valensi sering digunakan untuk mempelajari bab-bab kimia lainnya. oleh karena itu, kamu harus mengetahui apa itu elektron avlensi dan bagimana cara menghitungnya.

Elektron valensi adalah elektron yang berada pada kulit terakhir/terluar dari suatu unsur. Jumlah elektron valensi bervariasi, mulai dari 1 hingga 12 buah.

Dalam menentukan elektron valensi suatu unsur, kita harus membuat konfigurasi elektronnya. Konfigurasi yang digunakan bukan yang sistem KLMN, tetapi yang spdf. Hal ini disebabkan karena sistem konfigurasi KLMN hanya ccocok untuk usnur golongan A saja, tetapi tidak dengan usnur golongan B.

Untuk menentukan elektron valensi suatu unsur, perhatikan ujung konfigurasinya:

Jika ujung konfigurasi suatu unsur berakhir pada sub kulit s {ns}, maka kulit valensinya adalah ns itu sendiri. Elektron valensinya sama dengan jumlah elektron yang terdapat pada orbital ns tersebut.

Contoh:
Na {no atom 11}
Konfigurasinya: 1s^2 2s^2 2p^6 3s^1

Nah, karena ujung konfigurasi atom Na adalah 3s^1, maka jumlah elektron valensinya adalah 1 buah.

Biasanya, unsur yang punya ujung konfigurasi elektron = ns adalah unsur-unsur golongan IA dan IIA.

Jika ujung konfigurasinya berakhir pada sub kulit p {np}, maka kulit valensinya adalah ns^x np^y. Jumlah elektron valensinya adalah x + y.

Contoh:
Cl {no atom 17} memiliki konfigurasi elektron:
1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^5

Karena ujung konfigurasinya adalah 3p^5, maka kulit valensinya adalah 3s^2 3p^5 {perhatikan, nilai n-nya sama}. Maka jumlah elektron valensinya adalah:
= 2 + 5 = 7

Bisanya, unsur-unsur yang ujung konfigurasinya merupakan orbital np adalah unsur-unsur golongan IIIA – VIIIA.

Jika ujung konfigurasinya berakhir pada sub kulit d, maka ulit valensinya adaladah ns^x n – 1}d^y dengan x + y adalah elektron valensinya.

Contoh:
Fe {no atom 26}, konfigurasi elektronnya adalah:
1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^5 4s^2 3d^6

Perhatikan, ujung konfigurasinya adalah 3d^6. Maka kulit valensi dari Fe adalah 4s^2 3d^6 {n untuk s lebih tinggi 1 tingkat dibandingkan n untuk d}. Jumlah elektron valensi Fe = 2 + 6 =

Nah, dari tiga buah contoh diatas, tentu kalian sudah bisa menentukan elektron valensi suatu unsur bukan.

Menyingkat Konfigurasi Elektron
Untuk unsur-unsur dengan nomor atom kecil, kita tentunya dapat dengan mudah membuat konfigurasi elektronnya.

Semakin besar nomor atom, maka semakin banyak pula elektron yang dimiliki oleh unsur tersebut. Akibatnya, konfigurasi elektronnya akan semakin panjang dan  meyulitkan kamu untuk membuat konfigurasi elektronnya

Resiko terjadinya kesalahan dalam membuat konfigurasi elektron juga semakin besar. memperbaikinya juga tidak mudah bukan. Tentu, permasalahan ini akan menyulitkan kamu dalam membuat konfigurasi elektron.

Tetapi, ilmu kimia tentu punya solusinya. Dalam membuat konfigurasi elektron, kita bisa menyingkatnya menggunakan atom-atom gas mulia.

Kenapa atom gas mulia yang digunakan?
Perhatikan konfigurasi atom gas mulai di bawah ini:
He = 2 = 1s^2
Ne = 10 = 1s^2 2s^2 2p^6
Ar = 18 = 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^6
Kr = 36 = 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^6 4s^2 3d^10 4p^6
Xe = 54 = 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^6 4s^2 3d^10 4p^6 5s^2 4d^10 5p^6

Perhatikan semua orbital pada konfigurasi elektron gas mulia diatas. Terlihat bahwa seluruh orbital yang dimiliki oleh atom gas mulia terisi penuh dengan elektron.

Karena kriteria tersebut, atom gas mulia bisa dijadikan pengganti beberapa baris konfigurasi elektron unsur lain sehingga konfigurasinya menjadi lebih pendek/singkat.

Contoh:
Fe {no atom 26} memiliki konfigurasi:
1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^6 4s^2 3d^6

Dari orbital 1s^2 sampai 3p^6 merupakan konfigurasi elektron atom Ar, sehingga baris konfigurasi tersebut bisa digantikan dengan atom Ar. Hasilnya adalah sebagai berikut:
[Ar] 4s^2 3d^6

Catatan:
1. Lakukan penyingkatan konfigurasi dengan atom gas mulai yang sesuai. Misalnya, jika kita ingin menyingkat konfigurasi elektron syatu unsur dengan Ne, maka unsur tersebut harus punya elektron lebih dari 10.

2. Dengan menggunakan penyingatan konfigurasi elektron, kita bisa langsung mengetahui kulit dan elektron valensi. Misalnya, konfigurasi atom Fe adalah [Ar] 4s^2 3d^6, maka kulit valensinya adalah: 4s^2 3d^6 dan elektron valensinya = 2 + 6 = 8

Orbital Penuh dan Setengah Penuh
Orbital penuh dan setengah penuh merupakan salah satu aturan kestabilan unsur. Unsur-unsur dengan orbital yang terisi penuh oleh elektron akan bersifat stabil karena mereka tidak punya kecendrungan untuk menangkap atau menerima elektron.

Contohnya adalah unsur-unsur golongan gas mulia.


Selain orbital penuh, orbital yang terisi setengah penuh juga lebih disukai oleh atom dibandingkan ada satu atau beberapa orbitalnya yang kosong.

Contoh:
Cr dengan nomor atom 24 memiliki konfigurasi dan diagram orbital sebagai berikut:
Coba perhatikan diagram orbital atom Cr diatas. ada satu orbital d nya yang tidak terisi oleh elektron. Keadaan ini tidak disukai, karena menurunkan kestabilan unsur. Orbital yang kosong rawan untuk diisi oleh elektron dari luar sehingga atom menjadi bersifat lebih reaktif.

Untuk itu, atom Cr akan mentransfer satu buah elektron dari orbital 4s ke orbital 3d sehingga setiap orbitalnya terisi satu buah elektron.
Nah, keadaan dimana setiap orbital terakhir atom Cr terisi setengah penuh oleh elektron lebih disukai.

Ibaratnya, jika setiap orbital adalah rumah. Maka tentu rumah akan lebih aman jika ada yang menjaganya, dibandingkan jika salah satunya dibiarkan kosong.

Jadi, jika suatu atom memiliki orbital yang terisi penuh atau setengah penuh oleh elektron, konfigurasi tersebut lebih disukai karena membuat atom bersifat lebih stabil.
0 Komentar untuk "Penyingkatan Konfigurasi Elektron, Orbital Penuh dan Setengah Penuh, Serta Elektron Valensi"

Back To Top