Belajar Kimia Kelas 10 Paling Menyenangkan Hanya Di Solusi Kimia 10

TNovember 13, 2018

Soal dan Pembahasan Kimia 3: Gaya Antar Molekul

Assalamu’alaikum, hai pelajar. Apa kabar kalian hari ini. semoga selalu dalam keadaan sehat dan semangat dalam belajar kimia ya.

Hari ini mari kita membahas beberapa soal tentang Gaya Antar Molekul. Materi ini biasanya iajarkan di kelas 10 pada bab ikatan kimia. jika kamu sudah mempelajari materi ini, ada baiknya melihat pembahasan soal-soal di bawah ini.

Soal 1
Penyebab adanya gaya London adalah. . . .
A. Adanya gaya tarik menarik antar3molekul dalam senyawa non polar
B. Adanya gaya tarik menarik antarmolekul alam senyawa polar
C. Adanya dipol sesaat yang mampu menimbulkan tari-menarik antarmolekul
D. Adanya kemampuan tari dari salah satu molekul
E. Adanya ikatan hidrogen di antara molekulnya.

Pembahasan:
Untuk menjawab soal tentu kamu harus tahu terlebih dahulu apa itu gaya London.

Gaya ini pertama kali ditemukan oleh Fritz London pada tahun 1928. Oleh karena itu, nama diberikan nama gaya yang sesuai dengan nama penemunya.

Gaya London terjadi antara dua molekul non polar. Sebagaimana yang kamu ketahui, molekul non polar tidak memiliki kutub. Lalu, kenapa antara dua molekul non polar dapat terjadi gaya London? Berikut penjelasannya.

Di dalam molekul terdapat elektron-elektron, yaitu partikel bermuatan negatif.

Elektron ini tidak diam, melainkan bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan tertentu. Nah, suatu saat sebagian besar elektron akan berada di salah satu sisi molekul dalam keadaan sesaat.

Akibtanya, sisi molekul dengan kerapatan elektron tinggi akan bermuatan negatif, sedangkan sisi molekul yang kerapatan elektronya kecil akan bermuatan positif. Muatan ini timbul dalam waktu yang sangat singkat dan kemudian hilang akibat pergerakan elektron.

Nah, ketika timbul kepolaran sesaat pada suatu molekul non polar, ia dapat mengimbas molekul non polar lain disebelahnya. Hal tersebut menyebabkan ada gaya yang timbul diantara ua molekul tersebut.

Gaya itulah yang disebut dengan London atau gaya dispersi.

Agar lebih jelas, kalian memperhatikan gambar di bawah ini.

Soal 2
Polarisabilitas paling mudah terjadi pada molekul . . . .
A. Massa molekul relatifnya kecil dan bentuk molekulnya panjang {lonjong}
B. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya panjang {lonjong}
C. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya simetris
D. Massa molekul relatifnya kecil dan bentuk molekulnya simetris
E. Titik diih dan titik lelehnya paling rendah

Pembahasan:
Pada pembahasan soal nomor satu, kita sudah belajar bahwa gaya London terjadi antara dua molekul non polar, dimana salah satu molekul membentuk kutub sesaat sehingga mengimbas molekul non polar lainnya. Akibatnya, terbentuklah gaya yang lemah antara dua molekul tersebut dan bersifat sesaat.

Kemampuan suatu molekul membentuk kutub sesaat disebut dengan polarisabilitas.

Polarisabilitas suatu molekul dipengaruhi oleh:
1. Massa molekul relatif {Mr}
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kutub sesaat pada molekul non polar terbentuk akibat pergerakan elektron di dalam molekul. Nah, semakin besar Mr suatu molekul, maka semakin banyak pula elektron yang berada di dalamnya.

Molekul dengan elektron yang banyak lebih mudah di polarisasi {membentuk kutub sesaat} dibandingkan molekul engan jumlah elektron sedikit.

Mr >>>Elektron Banyak ==> Mudah Dipolarisasi ==> mudah membentuk Gaya London

2. Bentuk molekul
Senyawa dengan bentuk molekul panjang {lonjong} lebih mudah membentuk kutub sesaat dibandingkan dengan senyawa yang memiliki bentuk molekul kecil dan simetris.

Nah, dari penjelasan diatas tentunya kamu sudah bisa menentukan jawaban soal nomor 2 ini bukan.

Jawaban: D

Soal 3
Gaya antar molekul paling lemah terjadi pada sesama molekul?
A.HF
B.NH3
C.H2O
D.C2H6
E.C2H5OH

Pembahasan:
Gaya antar molekul bisa dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Gaya Van der Waals
2. Ikatan Hidrogen

Dari namanya saja kalian pasti tahu mana yang lebih kuat diantara kedua gaya diatas. Ya, jawaban kamu benar.

Ikatan hidrogen jauh lebih kuat dibandingkan dengan gaya Van der Waals. Hal ini disebabkan karena ikatan hidrogen terjadi antara sesama molekul dimana molekul tersebut terdiri dari atom hidrogen dan atom dengan keelektronegatifan besar {F, N, O}.

Hal ini menyebabkan atom yang paling elektronegatif dari satu molekul akan berusaha menarik atom H dari molekul disebelahnya sehingga terjadilah gaya yang cukup kuat. Gaya ini dinamakan ikatan hidrogen.

Contoh senyawa yang mempunyai ikatan hirogen:
HF, NH3, H2O

Kembali pada soal, jawaban A, B dan C pasti salah karena gaya antar molekul yang terjadi pada senyawa tersebut adalah ikatan hidrogen yang merupakan gaya antar molekul terkuat.

Jika seandainya ditanya, ikatakan hidrogen dalam senyawa mana yang paling besar diantara HF, NH3 dan H2O?

Untuk menjawabnya, perhatikan perbedaan keelektronegatifannya. Atom H yang berikatan dengan atom yang paling elektronegatif akan membentuk ikatan hidrogen paling kuat.

F merupakan unsur dengan keelektronegatifan paling besar diantara semua unsur dalam tabel periodik. Oleh karena itu, HF membentuk ikatan hidrogen paling kuat, disusul NH3 dan H2O.

Senyawa D merupakan senyawa organik non polar. Gaya antar molekul yang mungkin terjadi pada senyawa tersebut hanyalah gaya London.

Sementara senyawa option E, karena ada gugus OH {kamu pasti belum mengerti tentang gugus dalam senyawa karena nantinya akan dipelajari di kelas 12 SMA}, membuat senyawa tersebut dapat membentuk ikatan hidrogen, walaupun sulit.

Dari penjelasan diatas, kamu tentu sudah mengetahui senyawa mana yang punya gaya antar molekul paling rendah bukan.

Jawaban : D
0 Komentar untuk "Soal dan Pembahasan Kimia 3: Gaya Antar Molekul"

Back To Top